Swiss di Piala Dunia: Bisa Bikin Kejutan Lagi?

Ya, Swiss lolos ke Piala Dunia 2022 dan tampil sebagai salah satu wakil Eropa yang solid di Qatar. Ini menjadi partisipasi ke-11 mereka sepanjang sejarah turnamen akbar tersebut. Meski kerap tak diunggulkan, tim ini punya reputasi sebagai pengacak hasil—tim yang sulit dikalahkan dan mampu membuat kejutan.

Di bawah asuhan pelatih yang konsisten dan dengan skuat berpengalaman seperti Granit Xhaka dan Breel Embolo, Swiss tampil disiplin dengan formasi yang tertata. Mereka sukses melewati babak grup dan sempat membuat sejumlah tim unggulan kesulitan. Gaya permainan mereka yang terorganisir membuat mereka jadi lawan yang tak nyaman.

Capaian terbaik Swiss di Piala Dunia tercatat pada tiga edisi awal: 1938, 1954, dan—meski disebutkan 1943 dalam pertanyaan—sebenarnya Piala Dunia tak digelar saat Perang Dunia II. Fakta yang benar adalah Swiss terakhir kali menembus perempat final pada 1954, ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sejak saat itu, mereka sempat beberapa kali tampil di babak 16 besar, termasuk pada 2018 dan 2022, menunjukkan konsistensi yang patut diacungi jempol.

Di Qatar, Swiss tampil cukup kompetitif. Mereka menunjukkan bahwa meskipun bukan tim favorit juara, mereka layak dihormati. Dengan pemain-pemain yang bermain di klub Eropa top dan mental bertanding yang kuat, Swiss selalu bisa jadi batu sandungan bagi tim-tim besar.

Jadi, meski tidak selalu jadi sorotan, Timnas Swiss tetap menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di setiap edisi Piala Dunia. Bukan tim yang flamboyan, tapi selalu siap membuat kejutan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait