Apakah Telur Aman Dikonsumsi Penderita Kolesterol?

Bagi penderita kolesterol tinggi, menyusun menu makanan harian sering kali menjadi tantangan tersendiri. Salah satu bahan makanan yang paling sering diperdebatkan adalah telur. Banyak orang khawatir bahwa kandungan kolesterol dalam kuning telur dapat langsung melonjakkan kadar kolesterol dalam darah mereka. Namun, apakah anggapan ini sepenuhnya benar?

Faktanya, penderita kolesterol sebenarnya masih aman untuk mengonsumsi telur. Kuncinya terletak pada porsi yang wajar dan tidak berlebihan. Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi, vitamin D, dan kolin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kolesterol yang terdapat pada makanan (kolesterol makanan) tidak selalu memiliki dampak buruk yang signifikan terhadap kolesterol darah bagi sebagian besar orang, asalkan diimbangi dengan gaya hidup yang tepat.

Hal yang paling krusial untuk diperhatikan adalah bagaimana Anda menyajikan telur tersebut dan apa makanan pendampingnya. Mengoreng telur dengan banyak minyak jenuh atau mentega, lalu menyajikannya bersama makanan tinggi lemak trans, justru menjadi pemicu utama melonjaknya kolesterol. Oleh karena itu, disarankan untuk mengolah telur dengan cara direbus atau didadar menggunakan sedikit minyak zaitun.

Selain membatasi jumlah konsumsi telur—misalnya sekitar 3 hingga 4 butir per minggu bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi—menjaga pola makan dan gaya hidup sehat secara keseluruhan adalah harga mati. Perbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah, aktif bergerak, serta rutin berolahraga agar kadar kolesterol tetap berada di batas aman. Jadi, Anda tidak perlu sepenuhnya memusuhi telur, cukup konsumsi secara bijak.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait