Apakah Tidur Jam 9 Pagi Bisa Menyebabkan Diabetes?

Di tengah masyarakat, banyak beredar mitos seputar kebiasaan tidur, salah satunya adalah anggapan bahwa tidur di pagi hari—seperti jam 9 pagi—bisa memicu penyakit diabetes. Namun, secara medis, anggapan ini tidak terbukti kebenarannya dan hanyalah mitos belaka. Tidur pada jam tersebut tidak secara langsung merusak fungsi pankreas atau memicu lonjakan kadar gula darah secara instan.

Meskipun tidur jam 9 pagi itu sendiri bukan penyebab langsung diabetes, yang perlu diwaspadai adalah pola hidup di balik kebiasaan tersebut. Seseorang yang sering tidur di pagi hari biasanya memiliki waktu tidur malam yang berantakan, sering begadang, atau bahkan bekerja dengan sistem shift malam. Kurang tidur kronis atau gangguan pada ritme sirkadian (jam biologis tubuh) inilah yang sebenarnya berbahaya bagi kesehatan.

Saat jam biologis tubuh terganggu secara terus-menerus, metabolisme tubuh ikut kacau. Kondisi ini dapat memicu resistensi insulin, yaitu keadaan di mana sel-sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik untuk menyerap gula darah. Akibatnya, risiko terkena diabetes tipe 2 akan meningkat. Selain itu, orang yang sering begadang cenderung memiliki kebiasaan mengonsumsi camilan manis atau makanan berat di malam hari serta jarang berolahraga.

Jadi, kesimpulannya adalah tidur jam 9 pagi tidak langsung bikin diabetes. Namun, jika kebiasaan ini disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan kurang tidur di malam hari, itulah yang harus diubah. Untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, fokuslah pada tidur malam yang cukup (7-8 jam), menjaga pola makan seimbang, dan rutin bergerak.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait