Begadang dan Jerawat: Mengapa Tidur Larut Malam Bikin Kulit Bermasalah?

Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan tidur larut malam atau begadang dapat berdampak langsung pada kesehatan kulit, terutama memicu munculnya jerawat. Saat Anda memotong waktu istirahat di malam hari, tubuh akan menganggapnya sebagai bentuk tekanan fisik dan emosional.

Kondisi ini memicu tubuh untuk melepaskan hormon kortisol atau hormon stres dalam jumlah yang lebih tinggi. Kadar kortisol yang melonjak di dalam darah meningkatkan tingkat peradangan secara menyeluruh pada tubuh. Pada kulit, peradangan ini menyebabkan kelenjar minyak bekerja lebih aktif dan memproduksi sebum berlebih. Campuran minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri akhirnya menyumbat pori-pori dan menjadi cikal bakal peradangan pada kulit yang kita kenal sebagai jerawat.

Selain faktor hormon, kurang tidur mengurangi waktu regenerasi sel kulit yang biasanya terjadi secara optimal saat kita tidur nyenyak. Akibatnya, daya tahan lapisan luar kulit melemah dan menjadi jauh lebih sensitif terhadap kotoran maupun bakteri dari luar.

Untuk menjaga kulit tetap bersih dan bebas jerawat, mengatur pola tidur yang teratur sangatlah penting. Usahakan untuk mendapatkan tidur berkualitas selama 7 hingga 8 jam setiap malam agar hormon tubuh tetap seimbang dan kulit memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait