Apakah Tidur Terlalu Lama Bisa Memicu Stroke?

Sebagian orang mungkin mengira semakin banyak tidur, semakin baik untuk kesehatan. Namun, kenyataannya tidak selalu begitu. Faktanya, tidur terlalu lama justru bisa meningkatkan risiko stroke.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang tidur lebih dari sembilan jam per malam memiliki peningkatan risiko stroke sebesar 23 persen dibanding mereka yang tidur antara enam hingga delapan jam setiap malam. Angka ini cukup mencengangkan, terutama bagi mereka yang sering begadang lalu “mengganti” waktu tidur di akhir pekan dengan tidur lebih lama.

Tidur yang cukup memang penting untuk pemulihan tubuh dan kesehatan otak. Namun, tidur berlebihan—terutama secara konsisten—bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti depresi, gangguan tiroid, atau bahkan awal dari kondisi kardiovaskular.

Penyebab pasti hubungan antara tidur panjang dan stroke masih diteliti, tetapi para ahli menduga bahwa durasi tidur yang terlalu lama bisa terkait dengan peradangan, tekanan darah tidak stabil, atau kebiasaan kurang gerak. Ini semua adalah faktor risiko yang diketahui memengaruhi kesehatan pembuluh darah otak.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus memaksakan diri terjaga demi menghindari tidur terlalu lama. Fokus utama sebaiknya pada kualitas tidur dan pola hidup sehat secara keseluruhan. Tetap aktif, makan seimbang, dan usahakan tidur teratur antara tujuh hingga delapan jam per malam.

Jika Anda sering merasa terlalu lelah meski sudah tidur lama, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Karena terkadang, tubuh memberi sinyal yang lebih dari sekadar kantuk.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait