Bolehkah Patah Tulang Diurut?

“Boleh tidak, sih, patah tulang diurut?” Pertanyaan ini sering muncul, terutama di kalangan masyarakat yang masih memercayai pengobatan tradisional. Sayangnya, jawabannya cenderung tidak disarankan—apalagi jika dilakukan di awal cedera.

Saat tulang patah, jaringan sekitarnya seperti otot, pembuluh darah, dan syaraf sudah mengalami trauma. Melakukan urut atau pemijatan pada area yang cedera justru bisa memperparah kondisi. Tekanan yang diberikan bisa menyebabkan perdarahan lebih lanjut, bahkan membuat posisi tulang yang patah makin bergeser.

Selain itu, saat patah tulang, tubuh biasanya langsung mengirim sinyal nyeri yang lebih sensitif. Ini adalah respons alami untuk melindungi area yang terluka. Jika dipijat, rasa sakit bisa meningkat dan proses penyembuhan justru terhambat.

Banyak ahli medis menyarankan agar patah tulang ditangani secara modern terlebih dahulu—seperti penanganan di rumah sakit, pemasangan gips, atau operasi jika diperlukan. Setelah kondisi stabil dan tulang mulai menyatu, baru kemudian terapi tambahan seperti pijat bisa dipertimbangkan, dan itu pun harus oleh tenaga yang paham kondisi pasien.

Jadi, meskipun pengobatan tradisional seperti urut punya tempat di hati banyak orang, tetap penting untuk utamakan keselamatan dan metode yang terbukti secara medis, terutama pada cedera serius seperti patah tulang. Lebih baik telat diurut daripada cepat-cepat malah memperparah cedera.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait