Bolehkah Tidak Mencium Hajar Aswad Saat Thawaf?
Saat melaksanakan thawaf di sekitar Ka'bah, banyak jamaah haji atau umrah yang berusaha mencium Hajar Aswad. Namun, apakah ini wajib? Jawabannya tidak. Mengutip panduan resmi dari Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, mencium, menyentuh, atau bahkan hanya memberi isyarat tangan ke arah Hajar Aswad termasuk dalam sunnah thawaf, bukan kewajiban.
Artinya, meskipun mencium Hajar Aswad adalah amalan yang dianjurkan dan penuh makna, ibadah haji atau umrah tetap sah meskipun tidak melakukannya. Apalagi dalam kondisi ramai, di mana antrean panjang sering terjadi. Memaksakan diri hingga menyebabkan kerumunan atau bahkan bahaya tidak diperbolehkan dalam Islam.
Jika tidak mampu mencium Hajar Aswad karena keramaian, cukup berikan isyarat dengan tangan saat Anda sejajar dengannya. Lalu ucapkan "Allahu Akbar" sebagai tanda dimulainya thawaf. Ini sudah cukup dan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang selalu mengedepankan keamanan dan keringkasan tanpa mengurangi nilai ibadah.
Bagi jamaah yang datang dari jauh, penting untuk memahami bahwa tujuan utama haji dan umrah bukan pada ritual simbolis semata, melainkan pada ketundukan, ketulusan hati, dan ketaatan kepada Allah. Mencium Hajar Aswad memang sunnah mulia, tetapi tidak menciumnya tidak mengurangi pahala, selama rukun-rukun ibadah dilaksanakan dengan benar.
Jadi, tetap tenang dan fokus pada makna di balik setiap langkah thawaf. Ibadah yang sempurna bukan diukur dari seberapa dekat fisik kita dengan batu itu, tapi seberapa dekat hati kita dengan Sang Pencipta.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.