Apakah Yesus adalah Raja?
Ketika kita membaca Alkitab, terutama dalam Injil Yohanes, ada momen penting saat Yesus berdiri di hadapan Pilatus. Gubernur Romawi itu bertanya, “Jadi Engkau seorang raja?” (Yohanes 18:33). Jawaban Yesus mengejutkan: “Engkau sendiri yang mengatakan bahwa Aku seorang raja. Aku lahir dan datang ke dunia ini untuk memberi kesaksian tentang kebenaran.”
Yesus memang bukan raja seperti yang dibayangkan dunia—tidak dengan mahkota emas, istana megah, atau pasukan tentara. Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini. Ia tidak memerintah dengan kekuatan senjata, melainkan dengan kasih, kerendahan hati, dan pengorbanan.
Yesus adalah Raja, tetapi Raja dalam cara yang berbeda.Orang-orang zaman itu mengira Mesias akan datang sebagai pemimpin politik yang mengusir penjajah Romawi. Tapi Yesus datang untuk membebaskan manusia dari sesuatu yang jauh lebih dalam: dosa, kebencian, dan kematian. Ia memakai mahkota duri, bukan emas. Ia disalibkan di antara dua penjahat—bukan di atas takhta, tapi di atas kayu salib. Dan di atas salib itu, tertulis dengan jelas: “Ini adalah Raja orang Yahudi” (Markus 15:26).
Hari ini, banyak orang masih mempertanyakan: “Apakah Yesus benar-benar Raja?” Bagi mereka yang percaya, jawabannya jelas. Yesus memang tidak memerintah seperti raja dunia, tetapi hati mereka tahu—ia memerintah dalam hidup mereka. Ia adalah Raja yang mengasihi, melayani, dan rela mati demi rakyat-Nya.
Jadi, ya—Yesus adalah Raja. Bukan hanya Raja orang Yahudi, tapi Raja atas segala sesuatu, bagi siapa pun yang membuka hati bagi-Nya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.