Warna Kulit Yesus: Putih, Hitam, atau Coklat?

Ada pertanyaan yang sering muncul di benak banyak orang: apakah Yesus berkulit putih? Jawaban singkatnya, tidak. Menurut Edward J. Blum, sejarawan spesialis studi ras dan agama dari San Diego State University, Yesus jelas bukan orang berkulit putih. Ia juga bukan berkulit hitam, melainkan lebih cenderung memiliki warna kulit kecoklatan.

Yesus lahir dan dibesarkan di wilayah Timur Tengah, tepatnya di Nazaret, sebuah desa di Galilea. Berdasarkan konteks geografis dan sejarah, penduduk setempat saat itu memiliki ciri fisik khas kawasan Mediterania Timur — rambut gelap, mata coklat tua, dan kulit yang agak kecoklatan. Gagasan bahwa Yesus berkulit putih sebenarnya lebih merupakan hasil dari seni Eropa abad pertengahan dan Renaisans, yang menggambarkan-Nya sesuai standar kecantikan dan budaya Eropa saat itu.

Padahal, gambaran seperti itu justru mengaburkan akar budaya dan etnis Yesus sebagai seorang Yahudi dari abad pertama. Blum menekankan bahwa memahami warna kulit Yesus bukan sekadar soal fisik, tapi juga berkaitan dengan bagaimana kita memandang identitas, ras, dan representasi agama dalam masyarakat.

Mengatakan bahwa Yesus berkulit kecoklatan bukan hanya lebih akurat secara historis, tetapi juga mengingatkan kita bahwa iman Kristen bermula di tengah dunia yang beragam. Ini mengajak umat untuk melihat Yesus tidak melalui lensa budaya tertentu, melainkan melalui konteks aslinya — sebagai seorang pria dari Timur Tengah yang menyampaikan pesan kasih bagi semua bangsa, tanpa memandang warna kulit.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait