China Tempati Posisi Teratas untuk Jumlah Ateis Terbanyak di Dunia

China secara konsisten muncul sebagai negara dengan jumlah penganut atheisme terbesar di dunia. Dengan populasi yang sangat besar dan kebijakan pemerintah yang mendukung sekularisme, tidak heran jika kecenderungan tidak beragama begitu tinggi di sana. Menurut data dari World Population Review tahun 2021, sekitar 91% penduduk China diperkirakan tidak menganut agama, dengan hampir 67% di antaranya secara tegas menyatakan diri sebagai ateis.

Apa yang membuat angka ini begitu tinggi? Salah satu faktor utamanya adalah sejarah politik dan sosial China. Sejak masa pemerintahan Mao Zedong, negara ini secara aktif mendorong pandangan sekuler dan sering kali membatasi praktik keagamaan, terutama selama masa Revolusi Kebudayaan. Meskipun kebebasan beragama secara resmi dijamin dalam konstitusi, pemerintah tetap mengawasi ketat aktivitas keagamaan dan lebih mendorong paham materialisme ilmiah.

Di samping itu, banyak warga China yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak menekankan agama. Budaya tradisional seperti Konfusianisme, Taoisme, dan Buddha memang masih ada, namun sering kali lebih dipraktikkan sebagai bentuk tradisi budaya daripada keyakinan religius murni. Banyak dari mereka yang mengidentifikasi diri sebagai "nonreligius" atau "tidak percaya pada Tuhan," tanpa merasa perlu bergabung dengan kelompok keagamaan.

Angka 91% mungkin terdengar mencengangkan bagi negara dengan populasi lebih dari 1,4 miliar, tetapi ini mencerminkan realitas sosial yang dibentuk oleh sejarah panjang dan kebijakan negara. Meski demikian, penting diingat bahwa banyak penduduk China tetap menjalani praktik spiritual atau budaya tanpa mengidentifikasi diri sebagai pemeluk agama resmi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait