Cara Mengatasi Ketindihan Menurut Islam

Peristiwa ketindihan, atau dalam istilah populer dikenal sebagai "tidur bertindih", sering dialami sebagai kondisi sulit bergerak saat baru tertidur atau bangun. Dalam pandangan Islam, kejadian ini bisa dikaitkan dengan gangguan makhluk halus atau energi negatif yang mendekati manusia saat sedang lengah. Namun, Islam memberikan panduan praktis dan penuh hikmah untuk menghadapinya.

Selain menjaga kebersihan diri dan menjalankan ibadah secara konsisten, salah satu cara yang dianjurkan adalah membaca doa setelah mengalami mimpi buruk atau merasa ketindihan. Diriwayatkan dari Ibnu Sunni, terdapat doa yang bisa diamalkan untuk memohon perlindungan dari gangguan semacam ini. Doa tersebut bukan hanya sebagai bentuk permohonan perlindungan, tetapi juga menguatkan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu menolak segala bentuk gangguan.

Doa yang bisa dibaca antara lain:

"A’ūdzu bi kalimātillāhil-tāmmāt min ghaḍabihi wa ‘iqābihi, wa min syarri ‘ibādihi, wa min hamazāt al-syayāṭīn wa an yaḥḍurūn." Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, dari hukuman-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari bisikan setan agar mereka tidak mendekat.”

Disarankan pula untuk membaca Surah Al-Falaq, Surah An-Nas, dan Ayat Kursi sebelum tidur. Selain itu, menjaga kebersihan tempat tidur, tidur dalam keadaan berwudhu, dan menghindari makan berlebihan sebelum tidur juga turut membantu mencegah kondisi ini.

Yang terpenting, yakini bahwa segala perlindungan datang dari Allah. Dengan memadukan usaha lahir dan batin, ketenangan hati akan lebih mudah didapatkan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait