3 Tips Merawat Pelek Jari-jari Motor agar Tetap Awet

Bagi pecinta motor klasik atau skuter matik dengan desain retro, pelek jari-jari bukan cuma soal tampilan—tapi juga kenyamanan dan performa. Namun, pelek jenis ini punya kelemahan utama: rentan berkarat, terutama jika sering melewati jalanan basah atau berlumpur. Agar tetap awet dan berfungsi maksimal, perawatannya perlu lebih ekstra.

Pertama, rajin mencuci pelek. Setelah berkendara di hujan atau medan berdebu, segera bersihkan pelek jari-jari dengan air bersih dan kain lembut. Fokuskan pada area di antara jari-jarinya, karena di situlah kotoran dan air biasanya menumpuk dan memicu karat. Jangan biarkan sisa air mengering sendiri—keringkan segera dengan lap kering.

Kedua, hindari benturan keras. Pelek jari-jari memang lebih fleksibel dibanding pelek racing, tapi tetap bisa penyok atau longgar jika terbentur batu besar atau lubang dalam. Saat melintas di jalan rusak atau off-road, usahakan kurangi kecepatan dan waspadai rintangan di jalan.

Ketiga, lakukan penyetelan secara berkala. Seperti halnya senar gitar, jari-jari pada pelek bisa kendur seiring waktu. Jika tidak dirawat, pelek bisa melengkung atau goyang saat dikendarai. Bawalah motor ke bengkel terpercaya setiap beberapa bulan sekali untuk pengecekan ketegangan jari-jari dan keseimbangan roda.

Dengan perawatan sederhana, pelek jari-jari bisa tetap kuat dan tahan lama, bahkan hingga puluhan tahun. Selain menjaga performa, pelek yang terawat juga bikin tampilan motor makin klasik dan menarik. Jadi, jangan sepelekan perawatannya!

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait