Sholat: Tiang Agama yang Tak Boleh Ditinggalkan

Sholat lima waktu bukan sekadar kewajiban, tapi tiang utama dalam kehidupan seorang muslim. Ketika seseorang yang mengaku Islam tetapi meninggalkan sholat, pertanyaan besar muncul: bagaimana kedudukannya dalam agama?

Meninggalkan sholat bukan hal kecil. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, ulama besar yang dikenal akan kedalaman ilmunya, menegaskan dalam kitab Ash Shalah bahwa kaum muslimin secara sepakat meyakini: meninggalkan sholat secara sengaja adalah dosa besar. Bahkan, dosanya disebut lebih besar daripada dosa membunuh, merampas harta, berzina, mencuri, atau minum khamar.

Fakta ini menunjukkan betapa beratnya posisi sholat dalam Islam. Bukan hanya soal ritual, tapi soal komitmen terhadap janji dengan Sang Pencipta. Sholat adalah penghubung langsung antara hamba dan Allah; ketika itu ditinggalkan, hubungan itu pun goyah.

Sebagian orang mungkin beralasan sibuk, belum siap mental, atau merasa masih berbuat baik meski tidak sholat. Namun, kebaikan tidak serta-merta menghapus kewajiban pokok. Seperti rumah tanpa tiang, iman tanpa sholat akan runtuh perlahan.

Yang penting diingat: meninggalkan sholat bukan berarti seseorang keluar dari Islam secara otomatis, tetapi ini adalah peringatan keras agar kembali menyadari tanggung jawab utama sebagai muslim. Allah Maha Pengampun, tetapi juga Maha Adil. Kembali ke sholat adalah langkah pertama menuju perbaikan diri.

Sholat bukan pilihan, tapi kewajiban. Dan kewajiban itu, tak perlu ditunda.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait