Jika Salah Membaca Tasyahud Akhir, Apa yang Harus Dilakukan?

Saat shalat, terutama pada tasyahud akhir, terkadang seseorang bisa salah membaca atau terputus urutannya. Bagaimana hukumnya dan apa yang harus dilakukan?

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa tasyahud harus dibaca secara berurutan. Jika seseorang salah membaca, maka dia harus kembali ke bagian yang salah, lalu mengulanginya beserta bacaan setelahnya. Hal ini penting karena urutan dalam bacaan tasyahud termasuk bagian dari kesempurnaan shalat.

Misalnya, ketika seseorang lupa membaca attahiyyat dan langsung melanjutkan ke sholawat, maka dia harus kembali membaca attahiyyat terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan dengan sholawat dan doa setelahnya.

Imam An-Nawawi rahimahullah menegaskan dalam Al-Majmu' (3/441), “Tasyahud harus dibaca secara urut.” Ini menunjukkan bahwa keutuhan bacaan dan susunannya menjadi bagian dari kesahihan bacaan dalam shalat.

Meski demikian, jika kesalahan itu baru disadari setelah salam, maka tidak perlu mengulang shalat. Cukup dijadikan pelajaran untuk lebih fokus di waktu berikutnya. Yang terpenting adalah niat dan usaha untuk memperbaiki diri.

Shalat adalah ibadah yang penuh ketundukan. Mengulang bagian yang salah bukan sekadar formalitas, tapi bentuk penghormatan terhadap aturan yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ. Dengan memperhatikan detail seperti ini, kualitas shalat kita bisa semakin mendekat pada sunnah yang utuh.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait