Kenapa Nada Bisa Terdengar Lebih Tinggi?
Saat kamu mendengar suara terompet yang nyaring atau vokal tinggi dari seorang penyanyi opera, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa nada-nada itu terdengar begitu tinggi? Jawabannya ada dalam fisika suara, tepatnya pada frekuensi dasar gelombang bunyi.
Setiap bunyi yang kita dengar dihasilkan oleh getaran. Misalnya, saat senar gitar dipetik atau pita suara bergetar, mereka menciptakan gelombang suara yang merambat melalui udara. Nada rendah atau tinggi dari bunyi tersebut tergantung pada seberapa cepat getaran itu terjadi—ini disebut frekuensi.
Semakin cepat getarannya, semakin tinggi frekuensinya, dan itulah yang membuat kita mendengar nada yang lebih tinggi. Contohnya, bunyi dari seruling anak-anak jauh lebih tinggi dibanding terompet bass karena frekuensi dasar seruling jauh lebih besar. Sebaliknya, frekuensi rendah menghasilkan nada yang lebih dalam, seperti suara drum besar atau suara pria yang berat.
Frekuensi diukur dalam satuan hertz (Hz). Manusia biasanya bisa mendengar bunyi dengan frekuensi antara 20 Hz hingga 20.000 Hz. Nada A di atas nada tengah (A4) pada piano, misalnya, memiliki frekuensi 440 Hz—dan itu terdengar sebagai nada tinggi bagi kebanyakan orang.
Jadi, saat seseorang menyanyi dengan nada yang makin tinggi, artinya pita suaranya bergetar semakin cepat. Semakin besar frekuensi dasar gelombang suara, semakin tinggi pula nada yang kita dengar. Itulah cara tubuh dan alat musik "menciptakan" ketinggian nada—melalui kecepatan getaran yang terjadi.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.