Dampak Game Online terhadap Siswa dan Peran Guru BK dalam Mengatasinya
Perkembangan teknologi membawa banyak perubahan, terutama dalam kehidupan pelajar. Salah satunya adalah maraknya permainan online yang kini semakin mudah diakses. Meski bisa menjadi hiburan, game online ternyata menyimpan berbagai dampak negatif jika tidak dikendalikan dengan baik.
Banyak siswa yang mulai kecanduan bermain game hingga mengabaikan waktu belajar. Akibatnya, mereka menjadi malas belajar, sulit berkonsentrasi di kelas, bahkan enggan pergi ke sekolah. Ketika fokus beralih dari buku pelajaran ke layar ponsel, prestasi akademik pun ikut menurun. Hal ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga tantangan bagi sekolah dan orang tua dalam membimbing generasi muda.
Di SMK Negeri 2 Jember, peran guru Bimbingan Konseling (BK) menjadi sangat penting dalam menangani masalah ini. Mereka tidak hanya memberikan nasihat, tetapi juga membantu siswa menyadari batasan antara hiburan dan tanggung jawab. Melalui pendekatan personal, diskusi kelompok, dan kerja sama dengan orang tua, guru BK berusaha membentuk kesadaran agar siswa bisa mengatur waktu dengan lebih bijak.
Selain itu, sekolah juga mulai mendorong kegiatan alternatif seperti ekstrakurikuler, olahraga, atau pelatihan keterampilan untuk mengalihkan perhatian siswa dari game online. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membentuk pola hidup yang seimbang.
Kesadaran akan bahaya kecanduan game harus terus digaungkan. Namun, solusi terbaik bukan dengan melarang sepenuhnya, melainkan dengan membimbing siswa agar bisa menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.