Bagaimana Sifat Albino Diturunkan dari Orang Tua?

Kulit putih, rambut pirang, dan mata merah atau lemah cahaya—itulah ciri khas seseorang dengan albinisme. Tapi pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana kondisi ini berasal? Ternyata, albino diwariskan secara genetik, dan polanya cukup spesifik.

Berdasarkan studi genetika, sifat albino diturunkan melalui alel resesif autosomal. Artinya, gen penyebab albino tidak terletak pada kromosom seks (X atau Y), tapi pada kromosom biasa—yang disebut autosom. Karena bersifat resesif, seseorang baru akan menunjukkan gejala albino jika mewarisi dua salinan gen resesif, satu dari ayah dan satu dari ibu.

Secara genetik, kondisi ini dituliskan sebagai aa, di mana huruf kecil menandakan alel resesif. Jika seseorang memiliki genotip Aa (hanya satu alel resesif), ia tidak akan tampak albino, tetapi tetap bisa menjadi pembawa (carrier) dan menurunkan gen tersebut ke anaknya.

Bayangkan ini: dua orang tua yang secara fisik normal, tapi sama-sama pembawa gen albino (Aa), memiliki peluang 25% untuk memiliki anak dengan albinisme pada setiap kelahiran. Itulah sebabnya albinisme sering muncul dalam keluarga tertentu, terutama jika ada riwayat perkawinan sedarah atau hubungan kekerabatan dekat.

Meski albinisme tidak memengaruhi kecerdasan atau kesehatan secara umum, penderitanya perlu perlindungan ekstra terhadap sinar matahari karena kurangnya pigmen melanin. Memahami pola warisan ini penting, terutama bagi keluarga yang memiliki riwayat genetik serupa—untuk antisipasi dan edukasi sejak dini.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait