Bahaya Terselubung Tekanan Darah Tinggi Tanpa Gejala

Banyak orang keliru menganggap bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi selalu ditandai dengan sakit kepala hebat atau leher yang kaku. Faktanya, kondisi tensi tinggi tetapi tidak merasakan sakit kepala justru bisa menjadi alarm tanda bahaya yang jauh lebih besar bagi kesehatan Anda.

Menurut dr. Yuda Turana, SpS(K), Ketua Indonesian Society on Hypertension (INA-SH), memang ada beberapa faktor medis yang menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi namun tidak merasakan gejala apa pun. Hal inilah yang membuat hipertensi sering dijuluki sebagai "the silent killer" atau pembunuh senyap. Ketika tubuh sudah terbiasa dengan tekanan darah yang tinggi, reseptor nyeri terkadang tidak lagi mengirimkan sinyal ke otak, sehingga penderita merasa sehat-sehat saja.

Kondisi tanpa gejala ini sangat berbahaya karena membuat penderitanya lengah. Tanpa adanya keluhan, seseorang cenderung menunda untuk berobat atau mengontrol pola hidupnya. Padahal, meski tidak ada rasa sakit, aliran darah yang terlalu kuat tetap terus merusak dinding pembuluh darah secara perlahan. Jika dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, kerusakan ini dapat memicu komplikasi fatal yang datang tiba-tiba, seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.

Oleh karena itu, jangan pernah mengandalkan gejala fisik sebagai tolok ukur kesehatan Anda. Langkah paling bijak dan efektif untuk mengantisipasinya adalah dengan melakukan pengecekan tekanan darah secara berkala secara mandiri atau ke fasilitas kesehatan. Mendeteksi hipertensi lebih awal dan mengontrolnya dengan pola makan rendah garam serta olahraga teratur jauh lebih aman daripada menunggu tubuh mengirimkan sinyal rasa sakit.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait