Siapa yang Membangun Rumah Allah, Dibangunkan Rumah di Surga
Setiap amal baik yang dilakukan seseorang, pasti ada balasannya. Terlebih jika amal itu diniatkan karena Allah semata. Salah satunya adalah membangun masjid. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450, Muslim no. 533).
Bayangkan, sebuah bangunan sederhana di dunia yang dibangun dengan niat ikhlas, bisa berbuah istana di akhirat kelak. Bukan hanya pahala yang mengalir selama masjid itu digunakan, tetapi juga janji dari Allah akan dibangunkan rumah di surga. Ini bukan sekadar penghargaan, tapi bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang berusaha menegakkan agama-Nya.
Orang yang berkontribusi dalam pembangunan masjid—baik dengan harta, tenaga, maupun doa—tetap mendapat bagian dari pahala ini selama masjid itu bermanfaat. Bahkan setelah ia tiada, pahalanya terus mengalir. Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika seseorang meninggal, maka amalnya terputus kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Membangun masjid bukan hanya soal batu dan semen. Ini tentang membangun ukhuwah, tempat orang berkumpul untuk beribadah, belajar, dan saling mengingatkan. Setiap langkah kaki menuju masjid, setiap sujud di dalamnya, mengandung keberkahan yang tak terlihat.
Jadi, siapa pun yang ikut andil dalam membangun rumah Allah, baik langsung maupun tidak, sebenarnya sedang membangun rumah untuk dirinya sendiri di surga. Janji Allah tidak pernah kosong. Yang dibutuhkan hanyalah niat tulus dan langkah nyata.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.