Barcelona Masih Punya Utang Rp 2,45 Triliun

Barcelona memang berhasil melewati masa-masa sulit selama pandemi COVID-19, tapi jejak krisis finansial masih belum sepenuhnya hilang. Meski kini kondisi klub mulai membaik, tim raksasa Spanyol ini masih membawa beban utang yang cukup besar—sekitar Rp 2,45 triliun.

Utang tersebut bukan berasal dari satu sumber, melainkan tersebar ke empat klub berbeda. Meski detail lengkapnya belum diungkap secara terbuka, jumlah ini mencerminkan betapa beratnya kondisi keuangan Blaugrana beberapa tahun lalu. Pandemi memang menjadi pukulan besar, dengan penutupan stadion, penurunan pendapatan tiket, dan sponsor yang mengetat.

Untungnya, manajemen Barcelona di bawah kepemimpinan Presiden Joan Laporta telah mengambil langkah-langkah tegas. Mulai dari menjual hak siaran masa depan, melakukan restrukturisasi keuangan, hingga melepas beberapa pemain senior demi menekan beban gaji. Upaya ini perlahan menunjukkan hasil, meski beban utang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dilunasi.

Ke depan, Barcelona harus tetap waspada. Keberhasilan di atas lapangan harus sejalan dengan stabilitas finansial. Dengan skuat muda yang sedang dibangun dan kebijakan keuangan yang lebih hati-hati, harapannya utang Rp 2,45 triliun ini bisa dilunasi tanpa mengorbankan performa tim.

Bagi fans setia, melihat Barca bangkit bukan hanya soal gelar, tapi juga soal bagaimana klub ikonik ini bangkit dari keterpurukan—dengan kepala tetap tegak.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait