Apa Itu Bell's Palsy dan Saraf yang Terlibat?

Bell's palsy adalah kondisi yang menyebabkan kelumpuhan atau kelemahan mendadak pada satu sisi wajah. Penyebab pastinya belum diketahui secara jelas, sehingga disebut sebagai penyakit idiopatik. Namun, dokter sepakat bahwa kondisi ini terkait langsung dengan gangguan pada nervus fasialis, atau yang dikenal sebagai **saraf kranial ketujuh (N.VII)**.

Saraf ini bertugas mengendalikan semua otot wajah yang digunakan untuk ekspresi, seperti mengedip, tersenyum, atau mengerutkan dahi. Saat nervus fasialis mengalami peradangan atau pembengkakan — sering kali diduga terkait infeksi virus — maka sinyal dari otak ke otot wajah terganggu. Akibatnya, penderita mengalami kelumpuhan parsial atau total di satu sisi wajah, membuat wajah terlihat asimetris.

Gejala lain bisa mencakup mata yang tidak bisa menutup sempurna, air liur yang menetes dari satu sisi mulut, hingga gangguan indera pengecap. Meski terlihat menakutkan, sebagian besar pasien Bell's palsy membaik dalam hitungan minggu hingga bulan, terutama jika penanganan dilakukan sejak dini. Terapi seperti obat kortikosteroid, terapi fisik wajah, dan perlindungan mata biasanya sangat membantu proses pemulihan.

Yang penting untuk diingat, Bell's palsy bukan stroke. Meski gejalanya mirip — seperti wajah turun satu sisi — kondisi ini bersifat perifer (di saraf tepi), bukan di otak. Namun, tetap harus segera diperiksakan ke dokter untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang cepat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait