Biaya Transaksi QRIS Hanya 0,4% – Lebih Terjangkau untuk UMKM

Sejak diluncurkan oleh Bank Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah menjadi andalan dalam transaksi digital di Indonesia. Banyak pelaku usaha, terutama UMKM, beralih ke QRIS karena kemudahan dan keamanannya. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: berapa sebenarnya biaya transaksi QRIS?

Jawabannya: hanya 0,4% dari nilai transaksi. Biaya ini dikenal sebagai MDR (Merchant Discount Rate), yaitu potongan yang dibebankan kepada merchant setiap kali ada pembayaran menggunakan QRIS. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan metode pembayaran digital lainnya, terutama jika dibandingkan dengan kartu kredit yang bisa mencapai 1–3%.

Keuntungan utama dari biaya yang terjangkau ini adalah semakin banyak pelaku usaha kecil yang bisa ikut serta dalam ekosistem digital tanpa beban biaya tinggi. Pedagang kaki lima, warung makan, hingga toko kelontong kini bisa menerima pembayaran non-tunai dengan mudah dan murah.

Kenapa 0,4% itu penting?

Angka ini tidak hanya meringankan pedagang, tapi juga mendorong inklusi keuangan di seluruh Indonesia. Dengan biaya rendah, transaksi digital menjadi lebih menarik bagi konsumen dan penjual. Selain itu, pemerintah dan Bank Indonesia secara aktif mendorong adopsi QRIS sebagai bagian dari visi untuk mewujudkan masyarakat nontunai.

QRIS juga mendukung satu kode untuk semua, artinya satu QR bisa digunakan oleh berbagai aplikasi pembayaran seperti GoPay, OVO, DANA, dan lainnya. Ini memudahkan pelanggan dan mempercepat proses transaksi.

Dengan biaya hanya 0,4%, QRIS bukan hanya solusi pembayaran masa kini, tapi juga investasi bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Bagi pelaku usaha, beralih ke QRIS berarti lebih hemat, lebih cepat, dan lebih profesional.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait