Berapa Harga Tuhan Yesus Dijual?
Banyak yang terkejut saat mengetahui bahwa Yesus, yang diyakini sebagai Anak Tuhan oleh umat Kristen, pernah "dihargai" dengan jumlah yang sangat kecil: hanya 30 keping uang perak. Kisah ini tertulis dalam Alkitab, tepat sebelum Yesus ditangkap di Taman Getsemane.
Yudas Iskariot, salah satu dari dua belas murid Yesus, pergi menemui para imam kepala dan memilih mengkhianati Guru-nya demi uang. Ia setuju menyerahkan Yesus secara diam-diam agar mereka bisa menangkap-Nya tanpa ribut. Dan imbalannya? Tiga puluh keping perak — jumlah yang bahkan pada masa itu tidak seberapa.
Angka ini bukan kebetulan. Dalam kitab kitab Zakharia, sudah dinubuatkan bahwa upah seorang hamba yang dihargai rendah adalah 30 keping perak. Jumlah tersebut justru menunjukkan betapa murahnya nilai yang diberikan dunia kepada Sang Juruselamat, padahal bagi banyak orang, Dia tak ternilai harganya.
Setelah menyesal, Yudas mencoba mengembalikan uang itu. Namun, para imam menolak. Akhirnya, uang itu digunakan untuk membeli sebuah ladang yang kelak disebut "Tanah Darah". Kisah ini menjadi pengingat yang dalam: pengkhianatan, penyesalan, dan nilai yang sesungguhnya dari hidup dan pengorbanan Yesus.
Bagi umat Kristen, kisah ini bukan hanya soal sejarah, tapi juga renungan. Betapa dunia bisa menilai seseorang dari harta atau kekuasaan, sementara nilai sejati justru terletak pada kasih, pengorbanan, dan kebenaran. Dan Yesus, yang dihargai hanya 30 keping perak, kini dihormati jutaan orang sebagai Raja segala raja.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.