Utang Besar di Balik Kejayaan AC Milan
AC Milan kembali menunjukkan kejayaannya pada musim 2021/22 dengan merebut gelar juara Serie A setelah hampir satu dekade lamanya. Kemenangan ini diraih setelah mengungguli rival sekotanya, Inter Milan, dalam persaingan yang sengit hingga pekan-panjang kompetisi. Di bawah asuhan Stefano Pioli, Rossoneri tampil solid, penuh semangat, dan mampu menghadirkan kebanggaan baru bagi para pendukung setia di San Siro.
Namun, di balik euforia juara, tersimpan realitas finansial yang tak ringan. Menurut data per 3 Juni 2022, AC Milan tercatat memiliki utang sebesar **666 juta euro**. Angka ini menjadikan mereka salah satu klub dengan beban finansial besar di Eropa, meskipun performa di atas lapangan cukup mengesankan.
Utang tersebut sebagian besar berasal dari masa kepemilikan sebelumnya, terutama saat klub di bawah kendali Elliott Management, yang mengambil alih setelah era kepemilikan Li Yonghong yang penuh gejolak. Meski kesulitan finansial masih membayangi, manajemen baru berusaha melakukan restrukturisasi dan memperbaiki kondisi keuangan secara bertahap, tanpa mengorbankan ambisi di lapangan.
Keberhasilan meraih Scudetto tentu menjadi langkah penting dalam memulihkan reputasi dan daya tarik komersial klub. Namun, jalan ke depan tidak hanya soal meraih trofi, tetapi juga bagaimana Milan bisa tumbuh secara finansial tanpa terjebak dalam beban utang yang terus menggunung. Untuk saat ini, para pendukung setidaknya bisa tersenyum—juara telah kembali, meski tagihan masih panjang.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.