Berapa Banyak Ateis di Jepang dan Apa Maknanya?
Di Jepang, sekitar 64 hingga 65 persen dari total populasi—dalam angka kasar mencapai 81,5 juta hingga 82,8 juta orang—diperkirakan tidak mempercayai adanya Tuhan atau mengidentifikasi diri sebagai ateis. Angka ini menjadikan Jepang salah satu negara dengan persentase ateis terbesar di dunia, meski budaya dan tradisi keagamaan seperti Shinto dan Buddha tetap kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, banyak orang Jepang yang tidak mengaku beragama secara formal, bukan karena penolakan terhadap agama, melainkan karena agama lebih dilihat sebagai bagian dari budaya daripada keyakinan pribadi. Upacara pernikahan, perayaan Tahun Baru, atau kunjungan ke kuil sering dilakukan bukan karena iman, melainkan karena tradisi turun-temurun.
Di sisi lain, Rusia juga memiliki jumlah ateis yang signifikan, sekitar 24 hingga 48 persen dari populasi, atau antara 34,5 juta hingga hampir 69 juta orang. Fenomena ini sebagian besar dipengaruhi oleh sejarah Soviet, di mana ateisme dipromosikan secara aktif oleh negara. Istilah “ateisme militer” bahkan dikaitkan dengan kebijakan rezim Stalin, yang secara sistematis menekan agama dan mendorong paham sekuler sebagai bagian dari ideologi komunis.
Perbedaan antara Jepang dan Rusia terletak pada latar belakangnya: di Jepang, ateisme lebih bersifat budaya dan netral secara politik, sementara di Rusia, ia tumbuh dari tekanan ideologis rezim lama. Keduanya menunjukkan bahwa tidak percaya pada Tuhan bisa muncul dari konteks yang sangat berbeda—baik karena tradisi, sejarah, maupun perkembangan sosial.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.