Berapa Kali Membaca Lā ilāha illallāh dalam Dzikir?
Lā ilāha illallāh adalah kalimat syahadat yang paling utama dan menjadi dasar iman seorang Muslim. Kalimat ini sering dibaca dalam ibadah sehari-hari, terutama setelah salat atau sebagai wirid pagi dan petang. Banyak umat ingin tahu, berapa jumlah bacaan yang dianjurkan, terutama dalam amalan seperti tahlil.
Menurut tradisi yang umum di kalangan masyarakat Muslim, khususnya dalam pengajian atau majelis dzikir, membaca Lā ilāha illallāh sebanyak 160 kali adalah bentuk wirid yang populer. Amalan ini biasanya disebut juga sebagai tahlil, terutama jika dilakukan secara berjamaah, misalnya pada acara haul atau doa bersama untuk almarhum.
Kalimat ini memiliki makna yang sangat dalam: “Tiada tuhan selain Allah.” Mengucapkannya dengan khusyuk dapat memperkuat keyakinan dan membersihkan hati. Dalam beberapa majelis, bacaan ini dilengkapi dengan kalimat syahadat penuh: “Tiada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.” Namun, dalam konteks tahlil 160 kali, fokusnya tetap pada kalimat tauhid yang pertama.
Tidak ada larangan dalam Islam untuk memperbanyak dzikir semacam ini, asalkan dilakukan dengan niat ikhlas dan sesuai tuntunan. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk senantiasa mengingat Allah melalui dzikir, karena hati yang tidak berdzikir ibarat rumah kosong yang hampa.
Oleh karena itu, membaca Lā ilāha illallāh sebanyak 160 kali bisa menjadi amalan yang bermakna, terutama jika dilakukan secara rutin dan penuh kesadaran akan maknanya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.