Berapa Kali Ka'bah Direnovasi?
Sejak didirikan oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail atas perintah Allah, Ka'bah di Mekkah telah mengalami beberapa kali perbaikan dan renovasi. Meskipun bentuknya tetap sederhana dan sakral, struktur ini tidak luput dari pengaruh zaman, bencana alam, bahkan konflik manusia.
Menurut para ulama yang dikutip dalam buku "The Great Episodes of Muhammad SAW" karya Dr. Said Ramadan al-Buthy (2017), Ka'bah telah dibangun kembali sebanyak empat kali. Peristiwa-peristiwa ini terjadi pada masa yang sangat berbeda, mencerminkan peran Ka'bah sebagai pusat spiritual umat Islam sepanjang sejarah.
Renovasi pertama dilakukan sebelum kenabian Muhammad ﷺ, saat masyarakat Quraisy memperbaiki Ka'bah setelah banjir besar merusak bangunan. Saat itu Nabi Muhammad ikut serta dalam proses pemulihan dan bahkan menjadi penengah dalam perselisihan soal siapa yang berhak memasang Hajar Aswad.
Kemudian, pada masa Khalifah Utsman bin Affan, terjadi pembangunan ulang karena kerusakan akibat kebakaran. Selanjutnya, pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyyah, Ka'bah kembali diperbaiki karena kerusakan akibat peperangan dan cuaca ekstrem.
Setiap renovasi selalu dilakukan dengan penuh kehormatan dan kehati-hatian, karena Ka'bah bukan sekadar bangunan, melainkan simbol persatuan umat Islam. Bahkan hingga hari ini, perawatan rutin terus dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi untuk menjaga keaslian dan keamanan bangunan suci ini.
Jadi, meski hanya empat kali pembangunan besar, perawatan Ka'bah terus berlangsung dari generasi ke generasi, sebagai bentuk penghormatan terhadap rumah ibadah pertama yang pernah dibangun di muka bumi.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.