Berapa Kg yang Termasuk Obesitas?
Ketika bicara soal obesitas, angka di timbangan saja tidak cukup untuk menentukan kondisi kesehatan seseorang. Menurut kriteria WHO untuk populasi Asia, yang digunakan di banyak negara termasuk Indonesia, obesitas tidak hanya dilihat dari berat badan dalam kilogram, tapi dari Indeks Massa Tubuh (IMT).
IMT dihitung dengan membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan (dalam meter) yang dikuadratkan. Misalnya, jika seseorang beratnya 70 kg dan tingginya 1,65 meter, maka IMT-nya adalah 70 / (1,65 x 1,65) = sekitar 25,7.
Untuk orang dewasa Asia, IMT 23–24,9 kg/m² sudah dianggap sebagai berat badan berlebih. Sedangkan bila IMT mencapai 25 kg/m² atau lebih, itu termasuk kategori obesitas. Angka ini lebih rendah dibanding standar internasional umum (IMT 30 ke atas), karena populasi Asia cenderung lebih rentan terhadap risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi meski berat badannya belum terlalu tinggi.
Jadi, tidak ada angka pasti dalam kg yang langsung menunjukkan obesitas—semuanya tergantung pada tinggi badan dan komposisi tubuh. Orang dengan tinggi 160 cm mungkin sudah tergolong obesitas di angka 64 kg, sementara yang tingginya 175 cm mungkin masih normal di angka tersebut.
Memahami IMT membantu kita lebih waspada terhadap risiko kesehatan jangka panjang. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin tetap menjadi kunci utama dalam mencegah obesitas dan masalah terkaitnya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.