Korban Jiwa di Sungai Aare, Swiss: Rata-rata 15–20 Orang per Tahun
Sungai Aare, yang mengalir melintasi ibu kota Swiss, Bern, ternyata menyimpan risiko serius bagi keselamatan. Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad, mengungkapkan bahwa sungai ini telah menelan korban jiwa rata-rata sebanyak 15 hingga 20 orang per tahun. Data tersebut didasarkan pada laporan dari kepolisian setempat dan disampaikan pada akhir Mei 2022.
Angka ini cukup mencengangkan mengingat Aare dikenal sebagai destinasi rekreasi populer, terutama di musim panas. Banyak wisatawan dan warga lokal menikmati aktivitas seperti berenang atau berarung dayung di sepanjang aliran sungai yang jernih dan indah. Namun, dibalik keindahannya, arus sungai yang deras dan suhu air yang sangat dingin membuat Aare berbahaya, terutama bagi yang tidak berpengalaman.
Faktor cuaca dan kondisi alam juga turut memengaruhi tingkat bahaya. Hujan deras bisa menyebabkan kenaikan volume air secara tiba-tiba, meningkatkan kecepatan arus. Selain itu, bebatuan di dasar sungai dan perubahan kedalaman yang tajam menambah risiko bagi siapa pun yang berenang tanpa persiapan.
Pemerintah Swiss sendiri telah memasang peringatan dan petunjuk keselamatan di sejumlah titik, termasuk pos jaga dan jalur evakuasi. Namun, tetap saja kecelakaan terjadi, terutama saat musim liburan ketika jumlah pengunjung melonjak.
Bagi wisatawan Indonesia yang ingin berkunjung ke Swiss, terutama ke daerah Bern, penting untuk selalu mengikuti panduan keselamatan dan tidak meremehkan kekuatan alam. Meski indah, Sungai Aare mengingatkan kita bahwa alam tetap harus dihormati.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.