Berapa Lama Hidup Orang dengan Autism? Fakta yang Mengejutkan
Ada pertanyaan yang sering muncul: berapa lama usia hidup seseorang dengan autisme? Jawabannya mungkin mengejutkan banyak orang. Studi yang dilakukan di Swedia menunjukkan bahwa penyandang autisme memiliki harapan hidup yang jauh lebih pendek dibandingkan masyarakat umum.
Menurut penelitian yang dirilis pada 21 Maret 2016, rata-rata usia kematian penyandang autisme adalah 16 tahun lebih muda dibanding orang tanpa gangguan tersebut. Angka ini menjadi peringatan serius tentang kualitas hidup dan akses terhadap layanan kesehatan bagi komunitas autisme.
Lebih mencemaskan lagi, bagi mereka yang mengalami autisme bersamaan dengan epilepsi atau gangguan otak sekunder lainnya, angka harapan hidupnya turun drastis—hanya sekitar 39 tahun. Kondisi ini menunjukkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi oleh sebagian penyandang autisme, terutama yang memiliki kondisi medis tambahan.
Faktor penyebab pendeknya usia hidup ini bukan hanya karena kondisi medis bawaan, tetapi juga karena kurangnya dukungan sosial, stigma, dan akses terbatas terhadap layanan kesehatan yang memadai. Banyak penyandang autisme mengalami kesulitan dalam mendapatkan diagnosis tepat waktu, perawatan psikologis, atau bahkan perhatian medis dasar karena keterbatasan komunikasi atau kebijakan yang belum inklusif.
Meski data ini berasal dari Swedia, sebuah negara dengan sistem kesehatan yang relatif maju, angka ini menjadi cerminan bahwa dunia masih perlu banyak belajar dan berbenah. Perlu pendekatan holistik—mulai dari keluarga, sekolah, hingga sistem kesehatan—untuk memastikan bahwa setiap orang dengan autisme bisa hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bermakna.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.