Artikel mendalam Menyingkap Realitas Harapan Hidup: Berapa Lama Hidup Seorang Autisme dalam Perspektif Medis dan Sosial Modern?

Berapa Harapan Hidup Orang dengan Autism?

Belakangan ini, pertanyaan tentang berapa lama seseorang dengan autisme dapat hidup semakin sering muncul. Jawabannya tidak sederhana, tetapi data dari penelitian memberikan gambaran yang cukup mengkhawatirkan. Di Swedia, sebuah studi menunjukkan bahwa rata-rata usia harapan hidup penyandang autisme lebih pendek dibandingkan populasi umum—bahkan ada yang hanya mencapai sekitar 16 tahun lebih muda.

Penelitian yang dirilis pada tahun 2016, termasuk oleh tim dari Karolinska Institutet di Swedia, menemukan bahwa mereka yang hidup dengan autisme dan kondisi tambahan seperti epilepsi atau gangguan otak lainnya, memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi. Dalam kasus-kasus itu, angka harapan hidup bisa mencapai 39 tahun—angka yang jauh di bawah rata-rata nasional.

Faktor yang memengaruhi hal ini kompleks. Banyak penyandang autisme mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan yang memadai, terutama ketika gejala mereka tidak mudah dikenali oleh tenaga medis. Selain itu, stigma sosial, tantangan komunikasi, dan keterbatasan dukungan sistemik turut berperan dalam memperpendek usia harapan hidup.

Yang juga penting dicatat, tidak semua orang dengan autisme mengalami nasib yang sama. Banyak individu dengan autisme tinggal lebih lama, bahkan hidup hingga usia tua, terutama jika mereka mendapat dukungan yang tepat sejak dini—baik dari keluarga, sekolah, maupun sistem kesehatan.

Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran, akses layanan kesehatan, dan inklusi sosial bukan hanya penting secara moral, tapi juga nyata dampaknya terhadap kelangsungan hidup. Setiap orang berhak atas hidup yang bermakna—termasuk mereka yang berbeda secara neurologis.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait