Sejarah Masa Jabatan Presiden FIFA

Masa jabatan presiden FIFA tidak selalu dibatasi seperti sekarang. Dulu, seorang pemimpin bisa menjabat selama mungkin, asalkan terus terpilih dalam pemilihan. Namun, segalanya berubah setelah tahun 2016. Kini, presiden hanya boleh menjabat selama tiga periode, masing-masing empat tahun, sehingga maksimal 12 tahun di kursi pimpinan.

Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya reformasi organisasi sepak bola dunia tersebut, terutama setelah serangkaian skandal korupsi mencoreng citra FIFA. Pembatasan masa jabatan diharapkan bisa membawa lebih banyak akuntabilitas dan kesegaran dalam kepemimpinan.

Lalu, siapa presiden FIFA dengan masa jabatan paling singkat? Jawabannya adalah Isaac Mizrahi, yang hanya menjabat beberapa bulan pada tahun 1954. Ia terpilih setelah kematian presiden sebelumnya, Rodolphe Seeldrayers, namun tak lama kemudian mundur karena tekanan politik dan ketegangan internal di dalam organisasi. Mizrahi kemudian digantikan oleh Arthur Drewry.

Masa-masa awal kepemimpinan FIFA memang kerap dipengaruhi oleh kepentingan regional dan politik Eropa. Baru belakangan, seperti di era Joseph "Sepp" Blatter dan saat ini Gianni Infantino, FIFA mulai menunjukkan wajah yang lebih global.

Gianni Infantino, yang pertama kali terpilih pada 2016, kembali menang dalam pemilihan 2019 dan 2023, artinya ia telah menjalani dua dari tiga periode maksimal yang diperbolehkan. Dengan aturan baru ini, masa depan kepemimpinan FIFA jadi lebih transparan dan terukur.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait