Berapa Mahar yang Dianjurkan dalam Islam?

Dalam pernikahan Islam, mahar atau mas kawin merupakan bagian penting yang wajib diberikan oleh mempelai pria kepada calon istrinya. Namun, berapa besarannya? Tidak ada ketentuan pasti dalam agama mengenai jumlah atau nilai tertentu yang harus dikeluarkan. Islam lebih menekankan kesungguhan dan niat tulus, bukan beban materi yang berlebihan.

Islam justru menganjurkan agar mahar bersifat sederhana, asalkan bermanfaat, bernilai, halal, dan suci. Bahkan, Rasulullah SAW sangat mendorong pernikahan yang ringan biayanya agar mudah dilaksanakan oleh semua orang. Diriwayatkan, beliau pernah bersabda, “Wanita paling baik adalah yang paling mudah maharnya.”

Misalnya, ada yang memberikan mahar selembar kain, seperangkat alat shalat, hingga emas seberat satu gram. Bahkan, dalam sejumlah riwayat, seorang sahabat pernah diberi mahar Al-Qur’an, yang kemudian dihafalkan oleh suaminya sebagai bentuk pembayaran. Ini menunjukkan bahwa nilai spiritual dan kesungguhan lebih diutamakan daripada materi semata.

Intinya, mahar bukan soal besar atau kecilnya angka, melainkan simbol komitmen dan penghormatan suami kepada istri. Yang penting, mahar tersebut halal, bisa diambil manfaatnya, dan tidak memberatkan. Dengan begitu, pernikahan bisa dimulai dengan ringan, penuh berkah, dan jauh dari kesan transaksional.

Jadi, bagi pasangan yang sedang merencanakan pernikahan, tak perlu merasa terbebani. Pilihlah mahar yang sesuai kemampuan, bernilai, dan mencerminkan keikhlasan. Karena di mata Islam, kesederhanaan justru menjadi tanda keberkahan dalam sebuah ikatan pernikahan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait