Berapa Nabi dalam Agama Katolik? Memahami Peran Para Rasul
Bagi umat Katolik, istilah "nabi" tidak digunakan dalam konteks yang sama seperti dalam tradisi Yahudi atau Islam. Dalam ajaran Katolik, fokus utama lebih tertuju pada Yesus Kristus sebagai pusat pewartaan iman, serta peran para Rasul yang menjadi saksi langsung atas kehidupan, wafat, dan kebangkitan-Nya.
Jawaban atas pertanyaan "Berapa nabi orang Katolik?" sebenarnya mengarah pada pemahaman bahwa Gereja Katolik tidak mengenal nabi dalam arti penerima wahyu ilahi seperti di masa Perjanjian Lama. Sebaliknya, Gereja menekankan peran dua belas Rasul yang dipilih langsung oleh Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah. Mereka bukan nabi, melainkan saksi dan pembawa kabar baik (Injil).
Perjalanan para Rasul dibagi menjadi dua periode penting: pertama, saat mereka hidup bersama Yesus selama pelayanan-Nya di dunia. Kedua, setelah Yesus naik ke surga, mereka dilanjutkan misi-Nya dengan bantuan Roh Kudus. Dalam periode kedua inilah mereka menjadi fondasi Gereja, menyebarkan iman ke berbagai penjuru dunia.
Salah satu contohnya adalah Rasul Paulus, yang meskipun tidak termasuk dua belas awal, dianggap sebagai pembawa Injil yang sangat berpengaruh. Ia menulis banyak surat yang kini menjadi bagian dari Alkitab.
Jadi, alih-alih berbicara tentang "nabi", umat Katolik lebih tepat merujuk pada peran para Rasul sebagai penjaga dan penyebar iman. Mereka adalah tiang utama dalam pewartaan Injil, yang tetap hidup hingga hari ini melalui ajaran Gereja.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.