Apa Itu Rasio DER dan Berapa Nilai yang Dianggap Sehat?

Rasio Debt to Equity Ratio (DER) adalah salah satu indikator penting untuk menilai kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Secara sederhana, DER menggambarkan seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan modal sendiri (ekuitas). Rasio ini membantu investor dan manajemen memahami sejauh mana perusahaan bergantung pada pinjaman untuk menjalankan operasionalnya.

Lalu, berapa nilai DER yang dianggap baik? Secara umum, DER di bawah atau sama dengan 100% (atau 1) dianggap sebagai tanda bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang sehat. Artinya, total ekuitas perusahaan cukup mampu menutupi seluruh kewajiban utangnya jika terjadi masalah pembayaran. Dengan kata lain, perusahaan tidak terlalu bergantung pada pinjaman dan memiliki fondasi keuangan yang kuat.

Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki DER sebesar 0,8, itu berarti untuk setiap satu rupiah ekuitas, perusahaan memiliki 80 sen utang. Angka ini tergolong aman. Namun, jika DER melebihi 1, perusahaan berisiko tinggi, terutama saat suku bunga naik atau arus kas menurun.

Perlu dicatat, nilai ideal DER bisa berbeda tergantung sektor industri. Perusahaan di bidang konstruksi atau manufaktur, yang butuh banyak modal, mungkin memiliki DER lebih tinggi dibanding perusahaan teknologi. Namun, sebagai pedoman umum, tetap menjaga DER di bawah 1 adalah langkah bijak untuk menjamin kelangsungan bisnis jangka panjang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait