Tujuh Perkataan Yesus di Kayu Salib
Salib bukan hanya simbol penderitaan, tetapi juga saksi bisu dari kasih tanpa batas. Di tengah rasa sakit yang luar biasa, Yesus Kristus tetap bersuara—tujuh kali. Tujuh perkataan ini, yang dikenal sebagai Perkataan Salib, tercatat dalam keempat Injil: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Meski masing-masing Injil tidak mencatat semua ucapan secara lengkap, secara bersama-sama mereka membentuk gambaran utuh tentang hati Yesus yang penuh belas kasih, pengampunan, dan penyerahan total kepada Bapa.
Perkataan pertama, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” menggambarkan kasih yang luar biasa—mengampuni bahkan saat disiksa. Di tengah penderitaan, Yesus justru menunjukkan hati yang penuh pengampunan.
Lalu, kepada salah satu penjahat yang bertobat, Dia berkata, “Sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Ini adalah janji pengharapan—bahwa pertobatan sejati selalu diterima.
Di antara rasa kesepian yang mendalam, Yesus berseru, “Ya Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Seruan ini menyentuh inti penderitaan manusiawi-Nya, tetapi juga menunjukkan kedalaman karya penebusan.
Empat perkataan lainnya mencakup perhatian terhadap ibu-Nya, penyelesaian misi, rasa haus yang nyata, dan penyerahan nyawa: “Sudah genap.”
Tujuh perkataan ini bukan sekadar kutipan suci, tapi undangan bagi setiap orang untuk merenungkan arti kasih, pengorbanan, dan pengampunan. Di balik paku dan duri, tersembunyi hati yang tak pernah berhenti mengasihi.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.