Turunnya Al-Quran dalam Tiga Tahap

Nuzulul Quran, peristiwa turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah, bukan terjadi sekaligus dalam satu waktu. Ulama menjelaskan bahwa proses ini terjadi dalam tiga tahap yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam.

Tahap pertama adalah turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfuz—kitab induk di sisi Allah—ke Baitul Izzah, yang diyakini sebagai tempat penyimpanan kitab suci di langit dunia. Peristiwa ini terjadi pada malam 17 Ramadhan, tepatnya tahun ke-41 setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW, atau sekitar tahun ke-6 sebelum kenabian. Malam inilah yang kemudian dikenang sebagai Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan.

Selanjutnya, Al-Quran diturunkan secara bertahap selama 23 tahun kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Wahyu pertama turun di Gua Hira saat beliau beriktikaf, yang menandai dimulainya kenabian. Proses ini berlangsung sesuai kebutuhan, peristiwa, dan kondisi umat, menunjukkan kebijaksanaan Allah dalam membimbing manusia.

Tahap terakhir adalah pengumpulan Al-Quran menjadi satu mushaf utuh, yang dilakukan setelah wafatnya Nabi Muhammad. Khalifah Abu Bakar memulai proses ini, dan kemudian disempurnakan pada masa Utsman bin Affan agar bacaan Al-Quran tetap terjaga keasliannya.

Peringatan Nuzulul Quran bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga mengajak umat untuk lebih mendekatkan diri pada Al-Quran, membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait