Rekor Pahit Persebaya di Malang Berlangsung Selama 23 Tahun
Bagi pecinta sepak bola Tanah Air, rivalitas Persebaya Surabaya melawan Arema FC bukan sekadar pertandingan—ini adalah gengsi. Namun, selama puluhan tahun, ada luka lama yang tak kunjung sembuh: Persebaya tak pernah menang saat bertandang ke Malang. Rekor pahit ini berlangsung selama 23 tahun lamanya.
Mulai dari tahun 1999 hingga 2022, setiap kali Persebaya berkunjung ke Stadion Kanjuruhan atau Stadion Gajayana, hasilnya selalu sama—kekecewaan. Entah kalah atau imbang, anak-anak Bumi Sepuluh Nopember seolah terkutuk di tanah Arema. Fakta ini pun diakui langsung oleh Aji Santoso, pelatih yang pernah menjadi bagian besar dari tim ini, baik sebagai pemain maupun pelatih.
"Sudah 23 tahun kami tidak pernah menang di Malang," ujar Aji Santoso pada Oktober 2022, menggambarkan betapa panjang dan menyakitkannya rekor ini bagi para pemain, ofisial, dan terutama Bonek—julukan fanatik Persebaya.Kegagalan demi kegagalan membuat pertandingan di Malang bukan hanya ujian teknis, tapi juga mental. Banyak generasi pemain Persebaya datang dan pergi, tetapi hukum tak tertulis itu tetap berdiri kokoh—hingga akhirnya mulai tergoyahkan pada beberapa musim terakhir.
Meski rekor buruk itu akhirnya mulai dilawan, jejak sejarah tetap tertulis: 23 tahun tanpa kemenangan di Malang adalah catatan kelam yang jadi bagian dari drama panjang sepak bola Indonesia. Dan bagi Bonek, menghentikan rekor ini bukan cuma soal tiga poin, tapi soal harga diri.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.