Berapa Umur Nabi Uzair?

Kitab suci Al-Qur'an tidak menyebut secara eksplisit berapa usia Nabi Uzair secara keseluruhan. Namun, berdasarkan kisah yang diceritakan dalam sejumlah tafsir dan riwayat, dikisahkan bahwa beliau wafat pada usia sekitar 40 tahun. Yang menakjubkan, Allah SWT kemudian menghidupkannya kembali setelah sekian lama—beberapa riwayat menyebut hingga seratus tahun—sehingga ketika bangkit, ia melihat anak-anaknya telah menjadi orang tua.

Kisah ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 259, di mana Allah menggambarkan bagaimana seseorang yang melewati sebuah desa yang hancur lalu berkata, “Bagaimana Allah dapat menghidupkan kembali kota ini setelah mati?” Maka Allah mencabut nyawanya selama seratus tahun, lalu menghidupkannya kembali untuk menunjukkan kekuasaan-Nya.

Sebagian ulama, termasuk Ibnu Katsir, mengidentifikasi sosok ini sebagai Nabi Uzair. Ia bukan hanya dibangkitkan setelah sekian lama, tetapi juga menjadi saksi nyata bahwa Allah berkuasa atas kehidupan dan kematian. Ketika bangkit, ia mengenali keledainya meski telah hancur, dan melihat anaknya kini beruban dan tua.

Kisah Nabi Uzair mengajarkan tentang kekuasaan mutlak Allah SWT atas alam semesta. Ia bisa menghidupkan yang mati, mengembalikan waktu, dan mengubah keadaan dalam sekejap. Bukan soal umur panjang, tetapi tentang keyakinan bahwa tak ada yang mustahil bagi Allah.

Walau perbedaan riwayat tentang sosok dan masa hidupnya ada, yang terpenting dari kisah ini adalah pelajaran iman: bahwa kebangkitan setelah mati bukan hal mustahil, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait