Utang Barcelona Masih Membayangi Meski Sudah Melewati Krisis

Setelah melewati masa sulit selama pandemi COVID-19, Barcelona kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan finansial. Namun, di balik kabar baik tersebut, klub raksasa Spanyol ini masih dibayangi beban utang yang cukup besar. Hingga awal Oktober 2022, Barcelona dikabarkan masih memiliki utang sebesar Rp 2,45 triliun, tersebar kepada empat klub berbeda.

Angka ini memang jauh lebih kecil dibandingkan puncak krisis keuangan mereka beberapa tahun lalu, saat klub hampir kolaps akibat beban gaji pemain dan manajemen yang kurang sehat. Namun, utang tersebut tetap menjadi perhatian serius bagi manajemen klub, terutama dalam upaya membangun kembali kejayaan tim di kompetisi domestik maupun Eropa.

Klub yang bermarkas di Camp Nou ini telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk menstabilkan keuangan, seperti memotong gaji pemain, menjual hak siar masa depan, dan lebih cermat dalam belanja pemain. Meski tidak lagi dalam kondisi darurat, Barcelona harus tetap waspada agar tidak terjebak dalam siklus utang yang sama di masa depan.

Para suporter, atau yang dikenal sebagai cules, tentu berharap tim kesayangan mereka bisa kembali bersaing di level tertinggi tanpa harus mengorbankan kesehatan finansial jangka panjang. Dengan manajemen yang lebih hati-hati dan rencana jangka panjang yang matang, bukan tidak mungkin Barcelona bisa sepenuhnya bebas dari bayang-bayang utang dalam beberapa tahun ke depan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait