Utang BUMI Setelah Pembayaran Juli Capai Sekitar US$ 1,7 Miliar

PT Bumi Resources (BUMI) masih mencatatkan utang yang cukup besar meski telah melakukan pembayaran pada Juli lalu. Menurut penjelasan Direktur BUMI, Andrew Beckham, Kamis (16/9/2022), total utang perusahaan setelah pembayaran tersebut berada di kisaran US$ 1,6 hingga US$ 1,7 miliar, termasuk bunga yang masih terakumulasi.

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya pelunasan, beban finansial perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia ini masih cukup menantang. Namun, ada rencana lanjutan untuk meringankan beban tersebut. Pada bulan Oktober 2022, BUMI berencana melakukan pembayaran tambahan sebesar US$ 100 hingga US$ 200 juta. Setelah pembayaran itu, sisa utang bersih (net balance) diperkirakan akan turun menjadi sekitar US$ 1,5 miliar.

Beban utang yang terus dikelola menunjukkan komitmen manajemen BUMI dalam menjaga stabilitas keuangan, terutama di tengah fluktuasi harga batu bara global. Meskipun perusahaan sempat mengalami tekanan berat akibat restrukturisasi utang sebelumnya, kini BUMI berusaha bangkit dengan arus kas yang membaik dan harga batu bara yang relatif tinggi pada periode tersebut.

Sampai saat ini, BUMI tetap menjadi pemain kunci di sektor pertambangan Indonesia. Upaya pelunasan utang secara bertahap diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat posisi perusahaan di pasar global. Langkah-langkah strategis seperti ini menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait