KB Ternyata Bisa Bantu Cegah Stunting, Lho!

Selama ini, banyak orang mengira program Keluarga Berencana (KB) hanya soal mengatur jarak atau jumlah anak. Tapi tahukah Bunda? Ternyata KB juga punya peran penting dalam mencegah stunting pada anak.

Stunting, atau kondisi pertumbuhan terhambat pada anak akibat kekurangan gizi kronis, bukan hanya soal makanan semata. Salah satu faktor utamanya adalah jarak kehamilan yang terlalu dekat. Saat ibu melahirkan dalam waktu berdekatan, tubuhnya belum sempat pulih sepenuhnya, dan ASI untuk bayi pun bisa terganggu kualitas dan kuantitasnya. Nah, di sinilah KB berperan.

Dengan mengikuti program KB setelah melahirkan, jarak antar kehamilan bisa diatur dengan baik. Idealnya, jarak aman antara anak pertama dan kedua adalah minimal dua tahun. Dengan begitu, ibu punya cukup waktu untuk pulih secara fisik dan emosional, serta memberikan nutrisi maksimal kepada bayinya melalui ASI eksklusif.

KB bukan hanya soal pengendalian kelahiran, tapi juga investasi kesehatan jangka panjang bagi ibu dan anak. Sejak tahun 1970, program KB sudah dicanangkan pemerintah sebagai bagian dari pembangunan keluarga sejahtera. Kini, manfaatnya semakin terasa, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia.

Jadi, bagi Bunda yang baru melahirkan, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tentang metode KB yang sesuai bukanlah hal yang bisa diabaikan. Pilihan seperti suntik, pil, atau alat kontrasepsi lainnya bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan keluarga.

Dengan KB, bukan hanya jumlah anak yang terencana, tapi kualitas tumbuh kembang anak pun bisa lebih terjamin. Yuk, jadikan KB bagian dari upaya kita mencegah stunting sejak dini!

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait