Bolehkah Anak Autis Makan Gula?
Orang tua kerap bertanya-tanya, apakah anak dengan autisme boleh mengonsumsi gula? Jawabannya, tidak dilarang sepenuhnya, tetapi sebaiknya dikurangi. Gula memang penting sebagai sumber energi, namun pada anak autis, konsumsi gula berlebihan bisa memperbesar risiko hiperaktif.
Melly Budhiman, Ketua Yayasan Autisma Indonesia, menjelaskan bahwa anak dengan autisme umumnya memang lebih sulit diam. Karena itu, makanan manis yang bisa memicu lonjakan energi justru perlu dibatasi. "Gula bisa membuat anak menjadi sangat aktif. Pada anak autis yang sudah cenderung hiperaktif, ini bisa memperburuk kondisi," ujarnya di Jakarta, 25 April 2015.Meski demikian, bukan berarti gula harus dihindari sama sekali. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sederhana untuk berfungsi optimal. Yang penting adalah porsi dan jenis gula yang dikonsumsi. Gula alami dari buah-buahan seperti pisang atau apel bisa jadi pilihan lebih sehat dibanding permen atau minuman bersoda.
Orang tua juga perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet seimbang dengan nutrisi lengkap—seperti protein, serat, vitamin, dan lemak sehat—dapat membantu menjaga stabilitas emosi dan perilaku anak autis.
Alih-alih fokus hanya pada larangan gula, pendekatan yang lebih baik adalah menciptakan lingkungan makan yang teratur dan mendukung. Dengan pendampingan yang tepat, anak autis tetap bisa menikmati makanan manis, asal dalam batas wajar dan disertai pemahaman akan kebutuhan unik mereka.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.