Bolehkah Minum Pereda Nyeri Setiap Hari? Hati-hati, Ini Risikonya

Pereda nyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi (contohnya ibuprofen) sering dianggap aman karena mudah didapat tanpa resep. Tapi, mengonsumsinya setiap hari tanpa pengawasan bisa berisiko, terutama bagi kesehatan ginjal.

Ginjal bekerja keras menyaring racun dari darah, termasuk sisa metabolisme obat. Jika kamu terlalu sering minum pereda nyeri, terutama dalam dosis tinggi, organ ini bisa kewalahan. Akibatnya, fungsi ginjal bisa menurun seiring waktu—bahkan bisa sampai terjadi gagal ginjal kronis, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang.

Selain ginjal, obat pereda nyeri yang dikonsumsi terus-menerus juga bisa mengiritasi lambung dan meningkatkan risiko tukak lambung atau perdarahan saluran cerna. Ini sering terjadi pada orang yang mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) setiap hari tanpa makanan atau tanpa indikasi medis yang jelas.

Nyeri yang terus-menerus bukan hal biasa. Jika kamu harus mengonsumsi obat pereda nyeri hampir tiap hari, itu bisa jadi tanda adanya kondisi mendasar yang perlu diperiksa—seperti radang sendi, gangguan saraf, atau masalah tulang belakang.

Sebaiknya, jangan jadikan pereda nyeri sebagai solusi jangka panjang tanpa konsultasi dokter. Lebih baik cari tahu akar penyebab nyeri dan atasi dengan pendekatan yang lebih sehat, seperti perubahan gaya hidup, fisioterapi, atau pengobatan yang tepat.

Tubuh bukan mesin yang bisa diabaikan. Jika ada sinyal sakit yang terus muncul, dengarkan. Karena mengabaikannya hanya akan membuat masalah jadi lebih besar nanti.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait