Bolehkah Pen Patah Tulang Tidak Dilepas?

Sering kali setelah operasi patah tulang, dokter memasang alat bantu seperti pen (kawat atau batang logam) untuk menstabilkan tulang agar bisa menyatu dengan baik. Nah, muncul pertanyaan: bolehkah pen itu dibiarkan tetap di dalam tubuh dan tidak dilepas?

Jawabannya, tergantung kondisi pasien. Pada banyak kasus, pen memang bisa ditinggalkan selamanya jika tidak menimbulkan masalah. Namun, ada risiko yang perlu dipertimbangkan. Komponen logam dalam pen bisa saja menyebabkan iritasi pada jaringan di sekitar tulang, terutama jika posisinya dekat dengan tendon atau bursa (kantung pelumas sendi).

Iritasi semacam ini bisa memicu peradangan seperti bursitis atau tendonitis—kondisi yang membuat area tubuh terasa nyeri, bengkak, dan sulit digerakkan. Selain itu, meski jarang, ada risiko pen berkarat atau longgar seiring waktu, terutama jika bahan yang digunakan tidak sepenuhnya tahan lama di dalam tubuh.

Beberapa pasien juga memilih melepas pen karena alasan praktis—misalnya saat bepergian ke luar negeri dan khawatir pen akan mendeteksi logam di bandara. Tapi ini bukan alasan medis utama.

Keputusan melepas atau tidak sepenuhnya bergantung pada evaluasi dokter. Faktor seperti lokasi pen, usia pasien, aktivitas sehari-hari, dan apakah ada keluhan menjadi pertimbangan utama. Jika tak ada gejala, banyak dokter menyarankan untuk membiarkannya.

Tetap konsultasikan dengan dokter ortopedi jika merasa nyeri atau ada perubahan di sekitar bekas operasi. Pencegahan dini bisa menghindari komplikasi serius di kemudian hari.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait