Bolehkah Penderita Kolesterol Makan Pecel?

Pecel merupakan salah satu kuliner tradisional khas Indonesia yang kaya akan sayuran rebus seperti kangkung, tauge, kacang panjang, dan daun singkong. Bagi penderita kolesterol tinggi, kandungan serat yang melimpah dalam sayuran ini sebenarnya sangat baik untuk membantu mengontrol kadar lemak dalam darah. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah menu ini sepenuhnya aman?

Kabar baiknya, penderita kolesterol tetap boleh mengonsumsi pecel. Bumbu kacang yang menjadi siraman utama pecel memang mengandung lemak, tetapi mayoritas merupakan lemak tak jenuh yang baik untuk jantung, asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kunci utama yang perlu diwaspadai justru bukan pada sayur atau sambal kacangnya, melainkan pada lauk pendampingnya.

Menu pecel sering kali dihidangkan bersama lauk pelengkap seperti tahu goreng, tempe goreng, bakwan, atau rempeyek yang renyah. Lauk pauk yang digoreng dengan minyak biasa inilah yang memicu lonjakan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh karena kandungan lemak jenuh dan lemak transnya yang tinggi.

Untuk menyiasatinya, penderita kolesterol disarankan untuk membatasi porsi lauk gorengan tersebut atau mengubah cara pengolahannya. Anda bisa memilih tahu atau tempe yang dipanggang, dikukus, atau dimasak menggunakan air fryer tanpa minyak. Selain itu, pastikan untuk selalu menjaga porsi makan yang seimbang dan tetap aktif bergerak agar kadar kolesterol tubuh tetap berada di batas aman.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait