Bulan Baik untuk Menikah Menurut Penanggalan Jawa Tahun 2022

Bagi banyak keluarga Jawa, memilih waktu pernikahan tak hanya soal kesiapan calon pengantin, tetapi juga kecocokan hari dan bulan menurut penanggalan Jawa. Tahun 2022 lalu, banyak pasangan yang mencari tahu kapan bulan baik untuk menikah berdasarkan siklus kalender Jawa yang penuh makna.

Penanggalan Jawa berbeda dengan kalender Masehi. Ia mengenal 12 bulan dalam satu siklus, yaitu: Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela, dan Besar. Setiap bulan memiliki nuansa spiritual dan kepercayaan turun-temurun yang memengaruhi keputusan penting seperti pernikahan.

Menurut kepercayaan tradisional, bulan-bulan seperti Sura (Muharam dalam kalender Islam) dianggap penuh kesakralan dan biasanya dihindari untuk acara hiburan besar, termasuk pernikahan. Sebaliknya, bulan seperti Ruwah atau Sela sering dipilih karena dianggap membawa keberuntungan dan ketenangan.

Bulan Sawal juga sering jadi pilihan. Setelah Ramadan dan Lebaran, suasana hati masyarakat umumnya ceria, dan cuaca cenderung mendukung acara luar ruangan. Selain itu, banyak keluarga yang telah kumpul saat itu, sehingga memudahkan persiapan.

Meskipun tak ada larangan mutlak, kebanyakan masyarakat Jawa masih mempercayai catatan pranata mangsa dan neptu weton untuk menentukan hari dan bulan pernikahan. Pernikahan yang "cocok" menurut hitungan ini diyakini akan membawa keharmonisan dan kelanggengan.

Jadi, meski tahun 2022 sudah lewat, tradisi ini tetap hidup dan terus dijunjung oleh banyak pasangan yang ingin menikah dengan restu leluhur dan alam semesta menurut kearifan Jawa.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait