Siapa Buraq, Makhluk yang Mengantarkan Nabi dalam Isra Mi'raj?

Buraq adalah hewan istimewa yang dikenal dalam tradisi Islam sebagai kendaraan Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra Mi'raj. Menurut riwayat hadits yang sahih, Buraq bukan hewan biasa, melainkan makhluk luar biasa yang diciptakan khusus oleh Allah untuk keperluan ini.

Buraq digambarkan sebagai makhluk berwarna putih bersih, lebih besar dari keledai namun lebih kecil dari kuda atau bighal. Yang menarik, ia memiliki sayap di kedua pahanya, yang memungkinkannya bergerak dengan kecepatan luar biasa—cepat melebihi batas akal manusia untuk memahaminya. Dalam satu helaan napas, Buraq konon bisa menempuh jarak yang sangat jauh, seakan melintasi angkasa dalam sekejap.

Ketika Nabi Muhammad diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam peristiwa Isra, Buraq-lah yang membawa beliau. Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam. Buraq menjadi simbol kekuasaan Allah yang melampaui hukum alam, menunjukkan bahwa apa pun yang dikehendaki-Nya pasti terjadi.

Meski Buraq tidak pernah dilihat oleh manusia setelah peristiwa itu, keberadaannya tetap menjadi bagian dari keyakinan umat Islam yang bersumber dari hadits-hadits shahih. Ia bukan sekadar legenda, melainkan bukti bahwa di balik alam nyata, ada realitas ghaib yang hanya bisa diakses melalui iman dan wahyu.

Buraq mengingatkan kita bahwa keajaiban ilahi jauh melampaui batas pemahaman manusia. Keberadaannya menguatkan makna tawakal dan ketergantungan total kepada Allah, yang mampu menjadikan yang mustahil menjadi nyata.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait