Calon Presiden Indonesia dalam Pemilu 2004

Pemilihan presiden Indonesia tahun 2004 menjadi momen bersejarah karena ini adalah kali pertama rakyat langsung memilih presiden secara langsung. Dua tokoh utama yang maju dalam kontestasi ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono dari Partai Demokrat dan Megawati Soekarnoputri, calon petahana yang diusung oleh PDI-P.

Susilo Bambang Yudhoyono, yang akrab disapa SBY, tampil sebagai kandidat kuat dengan citra militer yang bersih dan berwawasan reformasi. Ia berpasangan dengan Jusuf Kalla, pengusaha dan tokoh politik dari Sulawesi Selatan. Di sisi lain, Megawati, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden (2001–2004), kembali maju dengan mendampingi Hasyim Muzadi, tokoh Nahdlatul Ulama yang dihormati.

Pemilu putaran pertama digelar pada 5 Juli 2004. SBY dan Kalla meraih suara lebih dari 60% — tepatnya 60,62% atau 69,2 juta suara — dan menang telak tanpa harus melalui putaran kedua. Sementara pasangan Megawati dan Hasyim memperoleh 39,38% suara, atau sekitar 45 juta suara.

Kemenangan SBY menandai perubahan besar dalam peta politik Indonesia. Ia menjadi presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat dan memimpin negeri selama dua periode (2004–2014). Gaya kepemimpinannya yang tenang dan diplomatis dianggap cocok dengan suasana pasca-Orde Baru, di mana rakyat menginginkan pemimpin yang dekat dengan rakyat dan menjunjung demokrasi.

Pemilu 2004 membuktikan bahwa transisi demokrasi di Indonesia berjalan meski masih dalam tahap awal. Partisipasi masyarakat tinggi, dan hasilnya diterima secara luas. Kini, momen itu dikenang sebagai langkah penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait