Asal-Usul Orang Kulit Putih di Amerika
Amerika Serikat dikenal sebagai negara imigran, tempat berbagai suku dan budaya menyatu. Bila berbicara tentang "orang kulit putih" di Amerika, kita sebenarnya merujuk pada kelompok yang dulu disebut Kaukasia-Amerika — mereka yang leluhurnya berasal dari Eropa.
Secara historis, gelombang migrasi besar dari Eropa ke Benua Amerika dimulai sejak abad ke-17. Mereka datang mencari kehidupan baru, kebebasan beragama, atau peluang ekonomi. Dari sekian banyak kelompok etnis, orang Jerman ternyata menyumbang keturunan paling besar — sekitar 13% dari populasi kulit putih di AS. Mereka banyak menetap di daerah Midwest, membawa budaya dan tradisi yang masih terasa hingga kini.
Di posisi berikutnya, ada orang Irlandia (12%) yang datang dalam dua gelombang besar, terutama saat kelaparan kentang menghancurkan tanah air mereka di abad ke-19. Kemudian menyusul orang Inggris (9%) yang termasuk pendatang paling awal, terutama di wilayah pantai timur. Mereka membentuk dasar struktur sosial dan bahasa di koloni-koloni awal.
Tak ketinggalan, orang Italia, Polandia, Prancis, Skotlandia, dan Belanda juga punya jejak kuat. Orang Italia banyak datang akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, terutama ke kota-kota besar seperti New York dan Chicago. Orang Polandia dan Skotlandia-Irlandia membentuk komunitas yang kuat di daerah pertambangan dan industri.
Bahkan kelompok yang lebih kecil seperti orang Norwegia dan Swedia (masing-masing 1%) banyak ditemukan di wilayah Great Lakes dan Dakota Utara, membawa arsitektur dan tradisi petani Eropa Utara.
Jadi, "orang kulit putih" di Amerika bukan berasal dari satu tempat saja, melainkan perpaduan kompleks dari berbagai bangsa Eropa yang membentuk wajah Amerika modern hari ini.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.